Vaksin Jerap DT: Manfaat, Waktu Pemberian, Komplikasi dan Perawatannya


Imunisasi atau pemberian vaksin merupakan cara yang tepat untuk melindungi anak dari berbagai infeksi yang cukup serius, seperti difteri dan tetanus. Dua penyakit tersebut cukup berbahaya jika terkena anak, bahkan dapat menyebabkan kematian. Oleh sebab itu, orangtua harus waspada dengan penyakit ini, dan jaga kesehatan anak dengan memberi vaksin jerap DT atau imunisasi difteri dan tetanus. 

Vaksin ini ditujukan untuk anak-anak bukan orang dewasa. Namun sebelum pemberian vaksin tersebut, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui, mulai dari manfaat, waktu pemberian, komplikasi yang mungkin terjadi, hingga perawatannya.

Manfaat Vaksin Jerap DT 

Setiap vaksin tentu memiliki manfaat nyata sendiri sesuai dengan jenisnya. Adapun berikut ini merupakan 2 manfaat vaksin DT untuk anak yang perlu Anda ketahui, di antaranya yaitu: 

1. Anak Terhindar dari Penyakit Difteri

Penyakit difteri adalah penyakit yang cukup di serius di daerah kulit, tenggorokan dan hidung. Adapun penyebab penyakit ini yaitu adanya infeksi bakteri yang membuat anak merasa sakit tenggorokan, kedinginan dan demam. Penyakit ini dapat ditularkan dari percikan air di udara, saat pengidapnya bersin atau batuk.

Jika penyakit ini dibiarkan dan tidak diobati, maka anak akan mendapatkan komplikasi penyakit ini lebih parah, seperti kerusakan saraf, pernapasan dan gagal jantung. Oleh sebab itu, lebih baik Anda mencegah penyakit ini dengan memberikan vaksin DT sedini mungkin kepada anak sesuai anjuran. Berkat vaksin ini, setidaknya terdapat 95% bayi terlindungi dari difteri.

2. Anak Terhindar dari Penyakit Tetanus

Tetanus merupakan penyakit berbahaya yang disebabkan oleh masuknya kotoran atau kuman ke dalam tubuh, ketika memiliki luka di kulit. Pasalnya kuman-kuman yang menyebabkan penyakit ini tersebar dimana-mana, mulai dari di tanah, kotoran ternak, debu dan lingkungan tidak sehat lainnya.

Adapun gejala yang dirasakan saat terkena penyakit tetanus yaitu kejang-kejang serta kram pada otot perut, leher, lengan dan tungkai. Bahkan jika kondisinya sudah parah, bisa mematahkan tulang tubuh. Hal tersebutlah yang menjadi alasan mengapa orangtua harus memberi vaksin DT untuk anak.

Kapan Harus Memberi Vaksin Jerap DT pada Anak?

Jika Anda tinggal di medan, Anda bisa memberikan vaksin medan untuk mencegah difteri dan tetanus pada anak. Biasanya vaksin ini diberikan dalam bentuk imunisasi DPT yaitu Difteri, Pertusis dan Tetanus. Vaksin DTP dan vaksin DT diberikan kepada anak berusia 7 tahun kebawah.

Komplikasi dan Perawatan Setelah Pemberian Vaksin Jerap DT 

Setelah anak diberikan Vaksin Jerap DT, mungkin anak-anak bisa mendapatkan komplikasi seperti kelelahan, demam, kehilangan nafsu makan, kemerahan apakah kan di area suntikan. Untuk kasus yang jarang terjadi, anak-anak bisa mendapatkan komplikasi parah seperti kejang dan demam tinggi.

Oleh sebab itu, anak perlu mendapatkan perawatan setelah pemberian vaksin Jerap DT. Cobalah kompres anak dengan air hangat di area suntikan, guna mengurangi rasa sakit. Anda juga bisa berkonsultasi pada dokter untuk pemberian ibuprofen atau asetaminofen dengan dosis yang sesuai.

Itulah beberapa penjelasan mengenai vaksin Jerap DT yang perlu Anda ketahui mulai dari manfaat dan waktu pemberiannya. Jika Anda membutuhkan informasi seputar vaksin dan kesehatan tubuh, Anda bisa mengunjungi situs halodoc.com.

Pasalnya Halodoc merupakan platform kesehatan dengan fitur lengkap yang memudahkan Anda mencari informasi kesehatan. Anda juga bisa menghubungi dokter melalui Voice Call, Chatting, bahkan Video Call lewat aplikasi Halodoc.

No comments for " Vaksin Jerap DT: Manfaat, Waktu Pemberian, Komplikasi dan Perawatannya"